Aseton : Pengertian, Kegunaaan, dan Bahayanya

Aseton lebih dikenal oleh kalangan wanita sebagai produk kosmetik untuk penghapus cat kuku atau kuteks. Berdasarkan kandungannya, ternyata cairan kimia ini mengandung zat berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia jika digunakan sembarangan. Setelah menjadi limbah, aseton termasuk ke dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3).

 

 

Pengertian Aseton

Aseton atau dalam bahasa kimia bernama propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida, dan β-ketopropana (Unkris). Aseton merupakan cairan kimia yang bersifat:

  • mudah menguap (volatile)
  • tidak berwarna (colorless)
  • mudah sekali terbakar (highly flammable)

Aseton termasuk dalam zat berbahaya. Penyimpanan, penanganan, dan saat membuangnya pun harus dilakukan dengan benar.

 

 

Kegunaan Aseton

Selain dipakai pada bidang kecantikan, kegunaan aseton lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Pelarut - Pelarut cat, resin, plastik, lilin, dan lain-lain untuk keperluan berbagai industri, bidang kesehatan dan laboratorium.
  2. Campuran Pada Industri Tekstil - Bahan campuran untuk menghilangkan getah dari sutra dan lemak wol.
  3. Degreaser / Pembersih Gemuk - Membantu membersihkan minyak / gemuk pada berbagai perangkat industri ataupun rumah tangga.
  4. Merontokkan Cat - Aseton dapat membantu menghilangkan noda cat pada berbagai permukaan.

 

 

Bahaya Aseton

Aseton mengandung senyawa kimia yang cukup keras. Sebagai contoh, ketika kita menggunakan aseton untuk membersihkan cat kuku maka akan terasa kering pada bagian kuku. Kulit di sekitar kuku juga dapat terasa panas dan perih. Jika terpapar aseton dalam janga waktu yang lama maka akan membahayakan kesehatan manusia, diantaranya:

  1. Keracunan - Keracunan terjadi ketika aseton tidak sengaja terhirup, tertelan atau terserap ke dalam kulit dan digunakan secara berlebihan. Gejala yang dapat ditimbulkan yaitu sakit kepala, lemas, mual, muntah, sakit tenggorokan, tekanan darah rendah sampai dengan penurunan kesadaran.
  2. Iritasi kulit dan mata - Kondisi iritasi pada kulit ditandai dengan kulit yang kering dan pecah-pecah, serta kulit berwarna kemerahan. Sedangkan iritasi mata memiliki ciri-ciri mata merah, penglihatan buram, dan rasa nyeri pada mata.
  3. Iritasi Paru dan Gangguan sistem saraf - Gunakan masker ketika Anda menggunakan aseton, serta jangan lupa mencuci tangan sesudahnya dengan sabun dan air mengalir.

 

 

Cara Menyimpan Aseton dengan Benar

Apabila Anda ingin menyimpan aseton, pastikan beberapa hal berikut:

  1. Simpan di tempat yang jauh dari sumber api atau sesuatu yang menyebabkan percikan api atau bunga api, seperti kompor dan soket / outlet listrik.
  2. Simpan di tempat yang langsung mendapatkan sengatan matahari
  3. Simpan di tempat yang jauh dari oksidator

 

 

Bagaimana Cara Membuang Aseton

Cara membuang aseton tergantun dari jumlah penggunaan aseton itu sendiri.

  1. Jika aseton dalam jumlah sedikit, Anda dapat membuang aplikator (cottonbud atau kapas) langsung bersama sampah lainnya ke dalam plastik sampah.
  2. Jika aplikator terlalu basah, Anda harus memerasnya dan masukan sisa aseton ke dalam container terpisah yang tertutup rapat. Lalu bungkus container dengan container / wadah ekstra dan buang ke dalam plastik sampah.
  3. Jika aseton dalam jumlah besar dan cair, masukan ke dalam container yang tertutup dengan aman, lalu bawa ke fasilitas penanganan limbah berbahaya dan beracun.

 

 

Aseton Termasuk Dalam Kategori Limbah B3

Berdasarkan kandungannya, aseton yang sudah tidak digunakan termasuk ke dalam kategori limbah B3. Dengan kode limbah A102b, aseton wajib dikelola secara limbah B3, yaitu mengikuti prosedur yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Universal Eco memiliki misi untuk membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab?