Larutan Kaustik – Pengertian, Sumber, dan Bahayanya

Pengertian Larutan Kaustik

Larutan kaustik adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia NaOH, larutan kaustik juga dikenal dengan beberapa yaitu Natrium Hidroksida, Sodium hydroxide, soda api, atau soda kaustik. Larutan kaustik memiliki sifat larut dalam air, mudah menyerap kelembaban, serta menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara.

 

Kegunaan Larutan Kaustik

Larutan kaustik sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam industri kimia. Berikut ini merupakan 6 kegunaan larutan kaustik:

  1. Dalam industri laundry dan dry cleaning. NaOH atau larutan kaustik merupakan salah satu bahan baku pembuatan sabun dan deterjen.
  2. Dalam proses pengolahan air (water treatment). Soda kaustik berfungsi untuk mengendalikan tingkat keasaman atau pH. Selain itu, larutan kaustik juga merupakan bahan baku pembuatan Natrium Hipoklorit (NaOCl) yang digunakan sebagai disinfektan pengolahan air skala industri.
  3. Dalam industri kertas atau daur ulang kertas. Larutan kaustik dimanfaatkan untuk memisahkan tinta dari serat kertas sebelum digunakan kembali. Disamping itu, juga dapat digunakan sebagai larutan untuk membersihkan selulosa kayu dari material yang tidak diinginkan ketika proses produksi kertas berlangsung.
  4. Dalam bidang kesehatan. Larutan kaustik digunakan sebagai campuran beragam obat dan farmasi seperti anticoagulant, obat untuk mengurangi kolesterol dalam darah dan obat penghilang rasa sakit.
  5. Dalam industri minyak dan gas. Soda kaustik bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan alkalinitas dan pH serta menguraikan material organik. Selain itu, ia juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan gas-gas pengotor seperti senyawa sulfur dan karbon dioksida (CO2).
  6. Dalam kehidupan sehari-hari. Reaksi soda kaustik dengan minyak dan/atau lemak dapat mengatasi masalah saluran pembuangan air yang mampet atau tidak lancar.

 

Sumber Larutan Kaustik Bekas

Ketika terdapat residu dari penggunaan larutan kaustik maka akan mejadi limbah atau disebut sebagai larutan kaustik bekas. Sumber larutan kaustik bekas umumnya berasal dari kegiatan industri seperti:

  • Industri pulp and paper
  • Industri tekstil
  • Industri sabun dan deterjen
  • Industri minyak dan gas
  • Industri produksi alumunium
  • Kegiatan rumah tangga

 

Larutan Kaustik Bekas Termasuk Limbah B3

Karena sifatnya yang sangat korosif, larutan kaustik bekas termasuk kategori Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) dengan kode limbah A346-1.

Karena sifatnya ini, terdapat bahaya dari larutan kaustik bekas bagi kesehatan manusia, antara lain:

  1. Merusak jaringan kulit
  2. Menghancurkan jaringan tubuh lunak sehingga menyebabkan luka bakar
  3. Menyebabkan mual, muntah, sesak napas, sakit tenggorokan, hingga gejala iritasi berat seperti pneumonia dan edema
  4. Menyebabkan iritasi sampai dengan kebutaan pada mata

 

Universal Eco sebagai perusahaan jasa pengelolaan limbah menawarkan layanan Pengolahan Limbah B3 salah satunya larutan kaustik bekas. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab tentunya akan mengurangi dampak bahaya yang ditimbulkan dari limbah ini. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah. Siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab?