Masa Pakai Elektronik dan Solusi E-Waste

Elektronik di rumah tangga berperan penting dalam kelangsungan kehidupan sehari-hari. Namun dengan banyaknya elektronik yang digunakan, tumpukan e waste atau limbah elektronik tidak dapat dihindari.

E-Waste adalah barang elektronik yang sudah tidak berfungsi atau sudah tidak dapat digunakan lagi. Limbah elektronik mengandung bahan yang berbahaya dan beracun, seperti logam berat, PVC, PcB, dan lain-lain yang dapat merusak kesehatan dan lingkungan.

 

Masa Umur Elektronik

Dengan kandungan dan resiko yang ada didalamnya, mengetahui masa umur setiap elektronik menjadi cermat menentukan frekuensi pemeliharaan dan opsi terbaik dalam mengurangi sampah elektronik dalam rumah tangga.

  1. Kulkas atau Lemari Pendingin,

Lemari pendingin baru memiliki masa pakai selama 7 tahun dengan selalu memastikan suhu freezer berada di minus 17 derajat celsius dan suhu penyimpanan kulkas pada kisaran 2,2 hingga 2,7 derajat celsius.

  1. Oven dan kompor tanam

Oven dan kompor tanam memiliki masa pakai selama 10 tahun atau lebih. Agar oven atau kompor tanam tahan lama hindari penggunaan berlebihan dengan suhu terlalu panas dan jangan memberi tekanan berlebihan pada bodi oven dan kompor tanam sehingga dapat memperpendek masa pakai.

  1. Microwave

Microwave baru memiliki masa pakai selama sekitar enam tahun. Penggunaan microwave untuk tugas pemanasan cepat dan biarkan pekerjaan berat untuk oven konvensional.

  1. Mesin cuci

Mesin cuci baru biasanya dapat bertahan lima hingga tujuh tahun, mungkin lebih lama dengan perawatan rutin. Sabun yang berlebihan adalah penyebab utama masalah mesin cuci. Deterjen yang berlebihan akan menumpuk di mesin cuci, menyebabkan tabung mesin cuci bau apak dan merusak gasket, segel, dan bantalannya.

  1. Pemanas air atau water heater

Pemanas air rata-rata memiliki masa pakai sekitar 15 tahun. Cegah sedimen agar tidak menumpuk di tangki water heater dengan membuang satu atau dua galon air sekali atau dua kali setahun. Ketahuilah bahwa ada perangkat pengontrol korosi di water heater, yang harus diganti setiap tiga hingga lima tahun.

  1. AC

Masa pakai AC umumnya sepanjang 5 hingga 10 tahun. Untuk di Indonesia dengan daerah tropis penggunaan AC menjadi kebutuhan utama sehingga penggunaan AC sepanjang hari. Agar AC bisa lebih bertahan lama penggunaan fitur timer pada AC membantu mesin tidak cepat rusak dan secara rutin membersihkan filter dan kumparan AC minimal 1 hingga 2 bulan sekali.

  1. TV LED

TV LCD atau LED biasanya berusia 4 hingga 10 tahun. Sedangkan TV plasma yang lebih canggih lagi, masa pakainya akan lebih singkat dengan rata-rata hanya sekitar 3 tahun saja. Saat akan membeli TV beli dengan merek yang dikenal awet karena komponen yang dipakai cenderung lebih bagus dan lakukan juga perawatan rutin seperti membersihkannya secara berkala agar debu tidak merusak komponen di dalam TV

  1. Dispenser

Dispenser bisa bertahan hingga 8 tahun dengan masalah yang sering terjadi adalah mesin pemanas dan pendinginnya yang tak berfungsi. Agar dispenser bertahan lebih lama segera cabut kabel dari stop kontak ketika galon kosong dan lakukan pembersihan secara rutin.

  1. Rice Cooker

Rice cooker umumnya hanya bertahan 3-4 tahun dengan pemggunaan sesuai aturan. Cabut stop kontak jika rice cooker tidak digunakan, dan bersihkan secara rutin.

  1. Setrika

Setrika memiliki masa umur belasan tahun dan termasuk kedalam elektronik yang bisa bertahan lebih lama. memperhatikan penyimpanan setrika menjadi hal yang bisa membuat setrika lebih kuat tahan lama dan hindari dari bahan logam karena bagian bawah setrika juga terbuat dari logam.

 

Kandungan dan Resiko E-Waste

Kandungan dan Resiko E-Waste yang dapat timbul sebagai berikut :

  1. PCBs: Digunakan pada bahan plastik, perekat, trafo, kapasitor, sistem hidrolis, ballast lampu, dan peralatan elektronik lainnya. Risiko yang muncu dari PCBs adalah persisten di lingkungan yang mudah terakumulasi dalam jaringan lemak manusia dan hewan. Mengganggu sistem pencernaan dan bersifat karsinogenik.
  2. Arsenik: Digunakan dalam industri elektronik, di antaranya pembuatan transistor, semikonduktor, gelas, tekstil, keramik, lem hingga bahan peledak. Risiko yang muncul menimbulkan gangguan metabolisme di dalam tubuh manusia dan hewan sehingga mengakibatkan keracunan bahkan kematian.
  3. Kadmium: Digunakan untuk pelapisan logam, terutama baja, besi dan tembaga. Juga dalam pembuatan baterai dan plastik. Risiko yang muncuk jika terisap bersifat iritatif. Dalam jangka waktu lama menimbulkan efek keracunan, gangguan pada sistem organ dalam tubuh manusia dan hewan.

 

Pengelolaan E-Waste melalui Patron

Dengan membiarkan E-Waste berada di dalam rumah sudah dapat dipastikan tidak baik untuk kesehatan keluarga dan lingkungan. Karna banyaknya ewaste dari rumah tangga, Universal Eco menghadirkan program pengelolaan E-Waste yang diberi nama Patron.

Patron adalah program pengelolaan E-Waste masyarakat yang bertanggungjawab mulai dari pengangkutan, pengumpulan hingga pengelolaan. Wilayah cangkupan Patron untuk saat ini adalah DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang dan Serang dengan menawarkan 2 layanan yaitu antar sendiri atau penjemputan oleh petugas.

Patron bertujuan untuk membantu masyarakat dalam melakukan pengumpulan limbah elektronik di sumber yang selanjutnya akan dikelola lebih lanjut. Selain itu, limbah elektronik kamu akan kami bayar dengan harga terbaik. Terdapat dua layanan yang ditawarkan, diantaranya:
1. Penjemputan
2. Antar Sendiri

Selain itu, berikut ini adalah 3 manfaat yang akan kamu dapatkan jika ikut berkontribusi:
1. Mendapatkan penghasilan tambahan
2. Kawasan rumah menjadi sehat, rapi, nyaman, dan aman
3. Terhindar dari pencemaran udara, air, dan tanah akibat limbah elektronik

Diharapkan dengan adanya layanan ini dapat menjadi ajang edukasi dan motivasi untuk masyarakat turut andil dalam mengelola limbah elektronik yang dihasilkannya. Cek disini untuk informasi lebih lanjut agar kamu bisa ikut berkontribusi atau hubungi di whatsapp disini