Pengelolaan Sampah B3 Perkantoran dan Rumah Tangga

Semua kegiatan manusia tentunya akan menghasilkan limbah. Limbah dapat dihasilkan dari kegiatan rumah tangga maupun perkantoran. Pengelolaan limbah tentunya wajib dilakukan di kedua tempat tersebut agar limbah berbahaya tersebut tidak mencemari lingkungan. Mengingat resiko tersebut, maka perlu diupayakan agar setiap kegiatan usaha dapat menghasilkan limbah B3 seminimal mungkin dan perlunya pengelolaan limbah B3 secara baik. Berikut adalah panduan pemilihan dan pengelolaan sampah B3 perkantoran dan rumah tangga yang baik. Baca Juga : Contoh Limbah B3 Rumah Tangga dan Penanganannya

 

sampah b3 - Universal eco

 

Macam Aktivitas Yang Menghasilkan Sampah B3 Perkantoran

Limbah yang umumnya dihasilkan di perkantoran umumnya bersumber dari ruangan kerja,  pool atau garasi kendaraan, genset, dapur, kamar mandi, kantin. Limbah yang termasuk sampah B3 perkantoran umumnya berasal dari tiga sumber utama:

  1. Limbah B3 dari aktivitas kantorLimbah yang dihasilkan merupakan hasil pemakaian dari aktivitas kantor misalnya : catridge printer bekas, electronic waste.
  2. Limbah yang dihasilkan dari Generator atau peneranganHal ini berkaitan dengan limbah karena pemakaian genset dan penerangan, misalnya: oli bekas, accu bekas, bola lampu bekas.
  3. Limbah dari aktivitas Pemeliharaan kebersihanSalah satu contoh limbah hasil aktivitas pemeliharaan kebersihan adalah bekas kemasan bahan kimia seperti botol bekas pembersih kaca.

 

Pengelolaan Sampah B3 Perkantoran

Secara umum, pengelolaan sampah B3 perkantoran dibagi menjadi 2 pilihan alternatif.

  1. Limbah langsung dikelola oleh pengelola limbah B3 berizin.
  2. Adanya pengelolaan yang diawali dengan pemindahan ke TPS B3. Pengelolaan sampah B3 perkantoran tipe ini terdiri dari beberapa tahap:
  • Identifikasi terhadap sumber yang berpotensi menghasilkan sampah B3 perkantoran.
  • Pencatatan terhadap jenis limbah B3 yang dihasilkan. Pencatatan dilakukan ke dalam logbook. Pada tahap ini tentunya pemilahan wajib dilakukan sehingga jenis limbah lebih homogen dan mudah diolah.
  • Penyimpan limbah B3 di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (TPS Limbah B3) dalam kemasan yang sesuai dengan karakteristik limbah B3 dan dilengkapi dengan simbol dan label serta disimpan dengan masa simpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini diatur dalam PP 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
  • Penyerahan limbah B3 yang disimpan kepada pihak ketiga yang berizin.

 

Pengelolaan Sampah B3 Rumah Tangga

Sektor industri dianggap adalah penghasil limbah B3, namun ternyata aktivitas rumah tangga ikut berkontribusi dalam menghasilkan sampah B3. Contoh limbah B3 rumah tangga adalah parfum, botol bekas pestisida, botol cairan disinfeksi, baterai. Baca Juga : Kemana Semestinya Kita Buang Limbah Elektronik Rumah Tangga?

Kenyataan yang dihadapi Indonesia ialah Kebiasaan masyarakat di daerah perkotaan (85,3%) umumnya mencampur semua komponen sampah rumah tangga (RT), termasuk sampah B3. Hal ini tentunya menambah potensi akan kuantitas limbah B3 dan bertentangan dengan Undang-Undang RI No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 22 ayat (1), yang mengatur bahwa “Pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah”.

Penanganan sampah B3 dimulai dengan pemilahan. Pemilahan dilakukan dengan pemisahan sampah B3 dengan sampah organik dan anorganik. Limbah B3 tersebut juga wajib dipisahkan karena dapat menimbulkan bahaya lain bila bercampur satu dengan yang lain,seperti timbulnya :

  • Gas toksik: bila pembersih mengandung senyawa amonia bercampur dengan pengelantang mengandung khlor
  • Ledakan: bila tabung sisa bahan yang digunakan secara penyemprotan terbakar di bak sampah

Selanjutnya, setelah pemilahan selesai, sampah B3 tersebut dimasukkan kedalam suatu wadah yang aman. Jika penanganan sampah B3 dilakukan secara terintegrasi dengan masyarakat daerah sekitar, maka pewadahan dan pengumpulan dilakukan. Pewadahan secara kumulatif ini kemudian dilanjutkan dengan pengangkutan dan penyimpanan sementara.

 

Tata Cara Pengolahan Sampah B3 

Dalam pengelolaan limbah B3 ini, dibutuhkan prinsip pengelolaan  khusus yaitu from cradle to grave. Pengertian from cradle to grave sendiri adalah pencegahan pencemaran yang dilakukan dari sejak dihasilkannya limbah B3 sampai dengan ditimbun / dikubur.

Secara umum pengolahan limbah diawali dengan minimasi kuanitas limbah B3 kemudian dilanjutkan dengan pemilahan, pengumpulan, penyimpanan, pengolahan.

Proses pengolahan didasarkan oleh hasil uji analisa parameter fisika dan atau kimia. Proses pengolahan meliputi treatment secara fisik dan/ atau kimia. Tujuanya ialah sebagai proses daur ulang agar limbah B3 yang dihasilkan tidak menjadi one life cycle, melainkan dapat digunakan kembali.

Treatment tersebut digunakan sebagai proses daur ulang agar agar limbah B3 yang dihasilkan tidak menjadi one life cycle, melainkan dapat digunakan kembali. Treatment tersebut meliputi:

  1. Proses fisika meliputi : reduksi oksidasi, elektrolisa, netralisasi, presipiptasi, solidifikasi, absorpbsi, penukar ion.
  2. Proses kimia meliputi : pembersihan gas, pemisahan padatan dan cairan, penyisihan komponen spesifik

Dalam mengelola sampah limbah B3, teknologi yang umum dipakai adalah insenerator . Pengolahan secara insinerasi bertujuan untuk menghancurkan senyawa B3 yang terkandung di dalamnya menjadi senyawa non B3. Selain itu Insenerator juga mampu mengurangi volume dan massa limbah hingga sekitar 90% (volume) dan 75% (berat).

Timbulan limbah B3 yang sudah tidak dapat diolah atau dimanfaatkan lagi harus ditimbun pada lokasi penimbunan yang memenui persyaratan yang telah ditetapkan. Penimbunan limbah ini harus dilakukan oleh sebuah badan usaha yang telah mendapatkan ijin dari KLH serta dengan melaporkan kegiatan penimbunan tersebut.

 

Tentang Universal Eco

Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.

Layanan kami adalah

  1. Extended Producer Responsibility
  2. Daur Ulang Plastik & Kemasan Limbah B3
  3. Pengolahan Limbah B3
  4. Pengolahan Limbah Medis & Farmasi
  5. Zero Waste Treatment
  6. Secure Data & Destruction
  7. Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge

Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah. Siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab?