Prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) Dalam Pengolahan Sampah

Prinsip 3R Dalam Pengolahan Sampah

Permasalahan sampah plastik di Indonesia masih menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Menurut indonesia.go.id, data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun.

Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sedangkan, jumlah kantong plastik yang terbuang ke lingkungan adalah sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik. 

Indonesia menjadi salah satu penyumbang limbah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Pada tahun 2040, diperkirakan populasi plastik di laut Indonesia akan lebih besar daripada populasi ikan.

Sebanyak 70% sampah plastik berpotensi masuk ke laut Indonesia, karena hampir 71% wilayah Indonesia adalah lautan. Oleh karena itu, prinsip 3R menjadi penting, sebagai salah satu solusi dalam pengurangan masalah sampah yang ada di Indonesia. Prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dalam pengolahan sampah adalah urutan langkah yang diperlukan untuk memastikan pengelolaan sampah yang baik. Tujuan prinsip 3R adalah untuk mengurangi atau mencegah produksi sampah lebih awal.

Prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

3r dari prinsip pengelolaan sampah adalah melalui prinsip Reduce timbulnya sampah akan berkurang sejak awal. Kemudian didukung dengan prinsip Reuse yang berfungsi agar sampah dapat digunakan kembali. Terakhir, prinsip Recycle dibutuhkan bila ingin mendaur ulang sampah agar memiliki nilai ekonomis kembali.

Setelah tahapan 3R masih ada tahapan berikutnya yaitu Recover (Waste to Energy) yang berfungsi untuk mengubah bahan-bahan yang tidak bisa lagi didaur ulang menjadi sumber energi atau bahan material yang ramah lingkungan.

Dan terakhir adalah tahap Disposal yaitu pengalokasian dan pengelolaan sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang dan dimaanfaatkan kembali.

 

(photo : https://www.tei.or.th/en/blog_detail.php?blog_id=77)

 

 

Prinsip 3R (ReduceReuse, dan Recycle) dan Manfaatnya

 

1. Reduce

Prinsip Reduce adalah mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Menurut United States Environmental Protection Agency, manfaat yang dapat diperoleh dari reduce antara lain:

  • Mengurangi timbulan sampah sejak awal
  • Pencegahan pencemaran lingkungan (air, tanah, dan udara) yang disebabkan dari penanganan sampah yang tidak tepat
  • Menghemat energi
  • Mengurangi emisi gas rumah kaca

 

Beberapa hal yang bisa kita lakukan sehari-hari untuk mengurangi jumlah timbulnya sampah adalah:

  1. Bawa botol minum / tumbler untuk mengurangi konsumsi botol plastik air mineral.
  2. Kurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. Gunakanlah tas belanja.

 

2. Reuse

Tahap kedua prinsip Reuse adalah menggunakan atau memanfaatkan kembali produk yang akan kita buang. Menerapkan prinsip Reuse dalam kehidupan sehari-hari akan membantu kita untuk selalu mempertimbangkan nilai atau kegunaan sebuah produk sebelum dibuang. Selain mengurangi jumlah sampah. Mindset Reuse membantu kita lebih berhemat.

Bagaimana menerapkan prinsip Reuse dalam kehidupan kita sehari-hari?

  • Sikat gigi lama dapat difungsikan menjadi alat untuk membersihkan sesuatu.
  • Baju yang sudah usang dapat difungsikan kembali menjadi kain pembersih atau produk kreatif.
  • Produk elektronik yang sudah tidak digunakan dapat dijual kembali.
  • Barang lain yang sudah tidak terpakai dapat disumbangkan kepada pihak yang memerlukan.

 

3. Recycle

Pilihan terakhir dari penanganan sampah yaitu prinsip Recycle, yang berarti mendaur ulang. Daur ulang adalah proses mengubah sampah menjadi produk baru yang bernilai ekonomis dan estetik. Hasil daur ulang sampah dapat berupa produk akhir atau bahan baku.

Prinsip Recycle merupakan penanganan sampah yang membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan Reduce dan Reuse, karena prinsip Recycle pada umumnya memerlukan bantuan teknologi dalam pengelolaannya.

Meskipun begitu, penerapan Recycle memiliki berbagai manfaat yaitu:

  • Mewujudkan sirkular ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia
  • Menambah nilai ekonomis produk
  • Menambah penghasilan masyarakat
  • Menciptakan lapangan pekerjaan
  • Efisiensi penggunaan sumber daya dan energi

 

Universal Eco memiliki visi untuk menjaga lingkungan kita dari pencemaran limbah plastik dan kemasan dengan mengurangi penyalahgunaan kemasan produk. Penggunaan limbah plastik pada kehidupan sehari-hari telah mencemari lingkungan dan merusak ekosistem darat maupun laut. Indonesia sebagai negara terbesar ke-2 penghasil limbah plastik di seluruh dunia, wajib berperan aktif dalam pengelolaan limbah plastik yang melibatkan masyarakat dan industri. Untuk informasi lebih lanjut mengetahui Daur Ulang Plastik dan Kemasan klik disini.

Daur ulang plastik dan kemasan yang bertanggung jawab akan mewujudkan Indonesia bebas sampah plastik. Bersama Universal Eco, mari kita menjaga lingkungan dari pencemaran sampah.