Olah limbah kertas yang tidak terpakai

Limbah kertas dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai

Seiring dengan perkembangan intelektual dan teknologi, manusia memiliki beragam kebutuhan yang harus dipenuhi.Salah satunya dengan kehadiran kertas sebagai dokumen penunjang pendidikan hingga bisnis. Konsumsi kertas bagi dunia pendidikan maupun pelaku usaha menjadi hal sepele yang tidak banyak diperhatikan dampaknya.

Sifat kertas yang mudah di daur ulang dan terurai secara alami menjadikan kertas seringkali tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Hal tersebut yang membuat limbah kertas berakhir menggunung di Tempat Pembuangan Akhir sehingga tahun 2019.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan jumlah limbah kertas sebesar 11% dari 67, 8 juta ton/tahun timbulan limbah. Oleh karena itu, dengan menggunakan kertas secara tidak maksimal dan membuangnya secara sembarangan maka kita sama saja dengan:

  • Menyia-nyiakan 27.000 batang kayu/hari yang menyebabkan dunia kehilangan 1.723,5 hektar hutan
  • Menghasilkan kurang lebih 1 ton limbah padat dan 72 ribu liter limbah cair
  • Menghasilkan gas metana akibat proses penguraian limbah kertas
  • Menghabiskan satu pohon berusia 5 tahun untuk 1 rim (500) lembar

Pembuangan sudah tidak lagi menjadi solusi karena pemanfaatan jauh lebih berguna dan menghasilkan manfaat yang melimpah.

 

Pengertian Limbah Kertas

Limbah kertas merupakan bahan buangan sisa proses produksi maupun pemakaian yang mengandung berbagai komponen seperti selulosa, hemiselulosa, lignin, bahan ekstraktif, larutan Cl2, hidrogen peroksida, asam parasetat, dan sebagainya dengan karakteristik warna yang kehitaman atau keruh, bau khas, kandungan COD yang tinggi, dan tahan terhadap oksidasi biologis.

Kawasan yang berpotensi menghasilkan limbah ini adalah industri, rumah tangga, perkantoran, komersil, dan pendidikan. Oleh karena itu, jenis limbah kertas yang dihasilkan pun berbeda-beda, antara lain :

  1. Karton
  2. Kertas HVS
  3. Kertas kraft
  4. Kertas berlapis plastik
  5. Kertas tissue

 

Dampak Negatif Limbah Kertas

Dengan beragamnya kandungan senyawa kimia di limbah kertas maka tidak menutup kemungkinan dampak negatif akan dihasilkan, seperti:

  1. Zat karsinogenik dan zat penganggu aktivitas hormon manusia
  2. Terganggunya ekosistem perairan sehingga populasi ikan, kerang, dan sebagainya menurun
  3. Kebakaran akibat gas metana
  4. Mengurangi sumber air bersih
  5. Mempercepat pemanasan global

 

Pengolahan Limbah Kertas

Kenyataannya, limbah kertas saat ini belum terkelola secara maksimal bahkan hanya sekitar 70% yang dimanfaatkan kembali. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan paradigma 3P yaitu, pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan sehingga masih belum terlihat manfaat limbah kertas sebagai sumber daya baru.

Oleh karena itu, dalam penanganan limbah kertas diperlukan strategi pengelolaan secara keseluruhan seperti penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recyle) agar limbah kertas dapat dimanfaatkan secara maksimal.

 

Pengurangan limbah kertas dengan prinsip Reduce

Kegiatan pengurangan ini dapat dilakukan dengan menghindari sikap pemakaian kertas yang berlebihan, dimana dilihat berdasarkan kebutuhan dan tingkat urgensinya. Contohnya seperti:

  • Melakukan crosscheck dokumen sebelum pencetakan untuk meminimalisasi kesalahan \
  • Pengisian dokumen menggunakan pensil
  • Apabila keaadaan tidak mendesak, pemberian dokumen dapat menggunakan soft-file
  • Menggunakan limbah kertas untuk mencetak dokumen

 

Guna ulang (reuse) limbah kertas

Dalam penerapan reuse memerlukan limbah kertas yang berkualitas, tidak kotor, dan masih layak digunakan sesuai kebutuhannya. Contoh penggunaan limbah kertas berprinsip reuse, yaitu:

  • Penggunaan kembali sebagai pembungkus buah atau sayuran untuk menghindari adanya kontak langsung dengan suhu dan kondisi lingkungan luar sehingga kesegaran masih terjaga
  • Sebagai pembersih perabotan rumah dan penyerap air
  • Sebagai pembungkus makanan maupun barang

 

Daur ulang (recycle) limbah kertas

Limbah kertas yang digunakan untuk daur ulang diperlukan pemilahan secara optimal untuk menghindari limbah kertas yang sudah hancur atau terdekomposisi. Penerapan prinsip ini akan lebih maksimal apabila adanya integrasi dengan kegiatan pemanfaatan. Limbah kertas memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk-produk bernilai ekonomis dan dimanfaatkan kembali, contoh produk daur ulang limbah kertas:

  • Dekorasi ruangan seperti miniature rumah, produk kerajinan, replika bunga, bingkai foto atau cermin, jam dinding, lukisan
  • Tempat tisu, pot bunga, dan tempat permen
  • Keranjang multifungsi dan tas
  • Dompet dan pakaian