Bahan kimia merupakan senyawa yang memiliki karakteristik berbeda-beda, dimana berdasarkan fasanya berwujud cair, gas, dan padat. Dengan sifat dan konsentrasi yang dimiliki, bahan kimia dapat mencemari lingkungan hidup maupun merusak kesehatan manusia.

Oleh karena itu, dilakukan pelabelan pada zat kimia menggunakan simbol sesuai karakteristik masing- masing. Simbol bahan kimia digunakan demi keamanan dan keselamatan para penggunanya, sehingga dalam penanganannya pun akan sesuai. Berikut gambar simbol-simbol bahan kimia perlu diketahui.

 

1. Irritant (Iritasi)

Simbol bahan kimia umum iritan (menyebabkan iritasi)

Bahan atau senyawa kimia dengan lambang “Xi” adalah bahan yang dapat menyebabkan inflamasi apabila kontak langsung dengan selaput lendir atau kulit. Meskipun dapat menyebabkan inflamasi tetapi bahan kimia ini tidak bersifat korosif. Efek yang ditimbulkan seperti gatal-gatal hingga luka bakar kecil pada kulit.

Oleh karena itu, diperlukan pencegahan dengan menggunakan masker dan sarung tangan. Berikut contoh bahan kimia Irritant:

  • Kalsium Klorida
  • Natrium Hidroksida
  • Toluena
  • Isobutanol
  • Isopropilamina

 

2. Harmful (Berbahaya)

Simbol bahan kimia umum berbahaya (harmful)

Bahan kimia berlambangkan “Xn” memiliki formula yang dapat merusak kesehatan pada tingkat sedang apabila masuk ke dalam tubuh melalui mulut, sistem inhalasi, dan kontak dengan kulit.

Hindari kontak langsung dan jangan sampai terhirup, tertelan, atau tersentuh kulit. Adapun contoh-contoh bahan kimia Harmful:

  • Ethanolamine
  • Methenamine
  • Asam sulfat

 

 3. Toxic (Beracun)

Simbol bahan kimia toxic

Formulasi yang terkandung pada bahan kimia ini dilambangkan dengan “T”, dimana dapat menyebabkan efek kerusakan kesehatan yang akut bahkan kematian meskipun terjadi kontak (melalui hidung, kulit, dan mulut) dalam konsentrasi yang rendah. Contoh bahan kimia beracun / toxic antara lain:

  • Metanol
  • Benzena

 

4. Very Toxic (Sangat Beracun)

simbol bahan kimia very toxic

Bahan kimia yang dilambangkan dengan “T+” memiliki sifat yang sangat beracun. Mampu menyebabkan sakit kronis hingga kematian apabila kontak langsung dengan tubuh maupun sistem pernafasan. Contoh:

  • Nitrobenzene
  • Kalium sianida

 

5. Corrosive (Korosif)

simbol bahan kimia korosif

Dengan lambang “C”, bahan kimia ini memiliki sifat korosif dengan nilai pH sebesar < 2 atau > 12.5. Bahan kimia korosif mampu mengiritasi kulit hingga gatal-gatal dan mengelupas serta merusak jaringan hidup. Hindari bahan ini dari kontak langsung dengan kulit. Contoh bahan kimia dengan sifat korosif, yaitu:

  • Asam Klorida
  • Natrium Hidroksida >2%
  • Asam sulfat
  • Formic Acid

 

6. Highly Flammable (Mudah Terbakar)

simbol bahan kimia flammable / mudah terbakar

Bahan kimia yang memiliki titik nyala rendah (<21oC) di bawah kondisi tekanan atmosfer. Hindari bahan kimia tersebut dengan benda yang berpotensi mengeluarkan api atau bunga listrik. Berikut contoh-contoh dari bahan mudah terbakar:

  • Etanol
  • Aseton
  • Logam Natrium
  • Solven

 

7. Extremely Flammable (Sangat Mudah Terbakar)

simbol bahan kimia extremely flammable

Bahan kimia ini dilambangkan dengan “F+” memiliki titik nyala yang sangat rendah yaitu <0oC, titik didih pada suhu <35oC. Memiliki sifat yang peka terhadap kondisi tekanan udara yang terbuka sehingga bahan kimia golongan ini sangat mudah terbakar. Penanganan yang perlu dilakukan yaitu menjauhkan campuran udara dan sumber api dari bahan kimia ini. Beberapa contohnya yaitu:

  • Diethyl Ether
  • Propane (Gas)

 

8. Explosive (Mudah Meledak)

simbol bahan kimia mudah meledak / explosive

Bahan kimia yang mudah meledak apabila terkena benturan, gesekan, pemanasan, sumber api maupun sumber nyala lainnya. Bahkan tanpa oksigen pun, bahan ini mudah meledak. Berikut bahan yang mudah meledak atau eksplosif:

  • TNT
  • NH4NO3
  • Butyric Acid (L)

 

9. Oxidizing (Mudah Teroksidasi)

simbol bahan kimia mudah teroksidasi / oxidizing

Lambang untuk bahan kimia ini adalah “O”, dimana memiliki sifat yang mudah terbakar apabila kontak langsung dengan bahan-bahan organik atau bahan pereduksi yang mampu menghasilkan panas. Contoh bahan-bahan kimia ini yaitu:

  • Hidrogen Peroksida
  • Kalium Perklorat
  • Kalium Permanganat
  • Asam Nitrat Pekat

 

10. Dangerous For the Environment (Berbahaya untuk Lingkungan)

simbol bahan kimia berbahaya untuk lingkungan

Bahan kimia yang mampu menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekologi akibat kandungannya yang berbahaya. Lambang untuk bahan kimia ini yaitu “N”. Pencegahan dapat dilakukan dengan membuang bahan tersebut sesuai dengan tempat yang ditentukan dan tidak lupa untuk memisahkannya. Contoh bahan kimia dalam golongan ini:

  • Petroleum hidrokarbon
  • Tetraklorometan
  • Tributil Timah Klorida

 

11. Flammable Solid (Padatan yang Mudah Terbakar)

simbol bahan kimia padatan mudah terbakar

Bahan kimia dalam kategori ini berwujud padat dan mudah terbakar. Karakteristik zat kimia ini adalah dapat bereaksi sendiri akibat ketidakstabilannya terhadap panas sehingga proses pencegahannya pun harus dihindarkan dengan panas atau reduktor, kontak dengan air, dan bahan-bahan yang mudah terbakar. Contoh bahan Flammable Solid tersebut yaitu:

  • Magnesium
  • Sulfur
  • Picric Acid

 

12. Flammable Liquid (Cairan yang Mudah Terbakar)

simbol bahan kimia cairan mudah terbakar

Simbol ini menandakan bahan kimia tersebut mudah terbakar. Bahan-bahan berwujud cair yang mudah terbakar antara lain:

  • Aseton
  • Benzena
  • Petrol

 

13. Flammable Gas (Gas yang Mudah Terbakar)

simbol bahan kimia gas mudah terbakar / flammable gas

Simbol yang digunakan untuk menandakan bahan kimia berwujud gas yang mudah terbakar apabila terkena percikan api maupun panas. Contoh dari bahan ini yaitu:

  • LPG
  • Hidrogen
  • Asetilen

 

14. Non Flammable Gas (Gas yang Tidak Mudah Terbakar)

simbol bahan kimia gas tidak mudah terbakar / non-flammable gas

Simbol berikut ini menandakan gas yang tersimpan maupun yang berada di transportasi tidak mudah terbakar, Seperti :

  • Oksigen
  • Helium
  • Nitrogen

 

15. Dangerous When Wet (Bahaya saat Basah)

simbol bahan kimia berbahaya saat basah

Menandakan material atau bahan kimia yang bereaksi cukup sensitif dengan air. Oleh karena itu, dalam penyimpanan dan penggunaannya, keadaan harus dipastikan kering. Bahan-bahan kimia yang memiliki sifat ini yaitu:

  • Potassium Phosphide
  • Calcium Carbide

 

16. Organic Peroxide (Peroksida Organik)

simbl bahan kimia peroksida organik

Merupakan simbol bahan kimia yang digunakan pada suatu transportasi dan tempat penyimpanan peroksida organik untuk meminimalisir risiko kebakaran akibat sifat bahan kimia yang mudah teroksidasi. Berikut contoh-contoh dari bahan peroksida organik:

  • Dicetyl Perdicarbonate
  • Dicetyl Perdicarbonate
  • Methyl Ethyl Ketone Peroxide

 

17. Poison (Beracun)

simbol bahan kimia beracun

Simbol ini digunakan pada tempat penyimpanan maupun transportasi pengangkut bahan-bahan beracun dalam bentuk gas maupun non gas. Contoh bahan kimia dalam kategori ini:

  • Calcium Cyanide
  • Carbon Tetrachloride
  • Chlorine
  • Methil Bromide

 

18. Radioactive (Radioaktif)

simbol bahan kimia radioaktif

Menandakan adanya pancaran radiasi secara spontan akibat kandungan dari suatu bahan kimia atau campuran dari bahan-bahan lainnya. Radiasi ini dapat menyebabkan perubahan struktur DNA, sel, atau kromosom dalam jangka waktu bulanan atau tahunan. Contoh bahan kimia radioaktif yaitu:

  • Tritium
  • Uranium

 

 

Ketentuan Simbol

Penggunaan simbol harus sesuai dengan standar yang berlaku, dimana dapat dilihat pada Gambar 1. dan poin-poin dibawah ini:

  • Simbol yang terpasang paling rendah 10 cm x 10 cm, sedangkan untuk pengangkut dan tempat penyimpanan paling rendah 25 cm x 25 cm
  • Dapat terlihat jelas dari jarak 20 m
  • Berbentuk bujur sangkar yang diputar 45oC atau belah ketupat
  • Keempat sisi belah ketupat dibuat garis sejajar yang menyambung dengan ukuran 95% dari ukuran terluar
  • Warna garis dalam yang membentuk belah ketupat sama dengan warna gambar simbol limbah B3
  • Bagian bawah terdapat blok segilima dengan bagian atas datar dan bawah yang lancip
  • Warna simbol menggunakan car yang dapat berpendar
  • Bahan simbol tahan terhadap bahan kimia, goresan, dan kuat

 

 

Sedangkan untuk simbol-simbol yang digunakan untuk pengklasifikasian limbah B3 sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2013 antara lain: mudah meledak, cairan mudah menyala, padatan mudah menyala, reaktif, beracun, korosif, infeksius, dan berbahaya terhadap perairan.